Minggu, 28 September 2008

KASIH KARUNIA

Longfellow bisa mengambil selembar kertas, menuliskan puisi dan mebuatnya berharga $60 000. Itulah berkat.

Paman Sam bisa mengambil logam dan memberi stempel rajawali padanya dan membuatnya berharga $40 Itulah uang.

Seorang pengrajin bisa mengambil kaleng bekas seharga Rp. 1000,- dan menjualnya kembali seharga Rp. 1500,-. Itulah harga

Tuhan bisa mengambil suatu kehidupan yang tak berharga, penuh dosa, membersihkannya dan memberikan Roh Kudus ke dalamnya dan menjadikannya berkat bagi orang lain. Itulah kasih karunia.

Sesudah menyerahkan dosa-dosamu kepada Allah, jangan berusaha mengambilnya lagi.

Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan (I Yohanes 1:9).

Dari Daud. Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku! Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya! (Mazmur 103:1-2).

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Tuhan Yesus Kristus Memberkati
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

GOTN

Berikan Dirimu Amsal 3:27

Tadi pagi, anakmu membuat suasana gembira di tempat bermain anak-anak.? Kau sangat pandai dalam berhubungan dengan orang. Aku kagum.? ?Rumahmu sangat hangat dan nyaman. Kau berkata jujur pada orang itu tentang transaksi ini. Aku hormat padamu.?

Bukankah menyenangkan bila selalu mendengar kata-kata seperti itu? Sudah berapa kali Anda ingin mengatakan sesuatu yang membangun atau membangkitkan semangat kepada orang lain, tetapi merasa tidak enak? Memang ada risiko. Bisa saja Anda terdengar tidak tulus dan mereka menganggap Anda hanya asal bicara saja. Jadi, Anda diam saja dan kata-kata yang membangun itu tidak pernah diucapkan. Atau, mungkin setelah Anda merenungkannya, timbul niat untuk menyampaikannya secara tertulis, namun akhirnya ini pun tidak Anda lakukan. Waktu pun berlalu dan Anda kehilangan kesempatan itu selamanya.

Tentu ini bukan mengenai kata-kata saja. Adakalanya Anda mungkin melihat adanya situasi di mana sesuatu dibutuhkan dan hal itu Anda miliki dan dapat berikan, misalnya waktu, uang, ketrampilan, dan sebagainya. Contoh yang sederhana, menyeberangkan orang yang lanjut usia. Atau, mungkin di bidang keuangan. Betapa senangnya bila dapat memberi tanpa memberitahu nama!

Masih ingatkah Anda tatkala seseorang memberi sesuatu yang Anda butuhkan tepat pada waktunya, entah itu tulisan atau pembicaraan tilpon yang memberi kekuatan, pemberian proyek, atau pun sedikit uang di saat kekurangan. Sangat berarti, bukan? Jangan lewatkan kesempatan untuk memberi.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Try phrases like: dramatic savings, clearance,
overstocked, reduced rates, and don't miss out.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Tuhan Yesus Kristus Memberkati
Terry Waworundeng - GOTN

Aku tidak Ingat

Seorang hamba Tuhan yang sangat dikasihi pernah memendam rahasia dari dosa masa lampau yang terkubur dalam-dalam di hatinya. Ia telah berbuat dosa itu bertahun-tahun sebelumnya. Tiada seorang pun tahu tindakan yang dilakukannya, tetapi mereka tahu bahwa ia telah bertobat. Walaupun begitu, ia telah menderita penyesalan selama bertahun-tahun atas peristiwa itu.

Seorang wanita dalam gerejanya yang sangat mengasihi Tuhan dan mengaku mempunyai penglihatan-penglihatan yang melaluinya Yesus Kristus berbicara kepadanya. Pendeta itu, yang agak kurang percaya mengenai pengakuan wanita itu, bertanya kepadanya, Lain kali jika Anda berbicara kepada Tuhan, sudikah Anda bertanya kepadaNya dosa apakah yang dilakukan pendeta Anda selagi ia masih berada di seminari. Wanita itu bersedia.

Ketika ia datang ke gereja beberapa hari berikutnya
pendeta bertanya. Sudahkah Ia mengunjungi Anda??
Wanita itu menjawab, Sudah ?

Dan sudahkah Anda bertanya dosa apakah yang saya perbuat di seminari ?

Ya, saya sudah menanyaiNya,? sahutnya.
Nah, apakah yang dikatakanNya ? sela hamba Tuhan itu.
Ia berkata, Aku tidak ingat.

Pengampunan yang kita terima dalam Kristus itu sempurna. Sejauh menyangkut diri Tuhan, dosa kita telah berakhir dan dilupakan. Kita harus belajar untuk merasa lega dalam pengampunanNya dan melepas rasa bersalah dan aib dari dosa kita. Lalu kita dapat berjalan dalam keyakinan tentang keselamatan kita dan mengalami kelegaan dan sejahtera Tuhan. Tuhan Yesus Kristus Memberkati

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Terry Waworundeng - GOTN

Kamis, 25 September 2008

SATU-SATUNYA KESALAHAN IBU

Dahulu kala di negeri Tirai Bambu, hiduplah seorang gadis bernama Lili. Ia baru menikah dan tinggal di pondok mertua indah. Dalam waktu singkat, Lili tahu bahwa ia sangat tidak cocok tinggal serumah dengan ibu mertuanya. Perangai mereka sangat bertentangan; mereka tak pernah berhenti beradu mulut dan bertengkar.

Sampai suatu hari, Lili benar-benar sudah tidak tahan lagi terhadap sifat dan perlakuan ibu mertuanya. Lili bertekad untuk melakukan sesuatu. Lili pergi menemui Sang Guru, yang lihai dalam obat-obatan. Ia menceritakan situasinya dan minta dibuatkan ramuan racun untuk mengakhiri hidup sang ibu mertua!

Sang Guru berpikir keras sejenak. Ia melihat bahwa Lili sudah benar-benar gelap mata. Jika ia tidak "membantu" Lili, pasti Lili akan mencari cara lain untuk mewujudkan niatnya. Akhirnya Sang Guru berkata, "Lili, saya akan membantumu untuk mengenyahkan ibu mertuamu. Saya akan memberimu ramuan yang secara perlahan-lahan akan menjadi racun di dalam tubuh ibu mertuamu. Setiap hari, sediakan makanan yang enak-enak dan masukkan sedikit ramuan ini ke dalamnya. Lalu, supaya tidak ada yang curiga saat ia mati nanti, kamu harus hati-hati sekali dan bersikap sangat bersahabat dengannya. Jangan berdebat dengannya, turuti saja semua kemauannya, dan perlakukan dia seperti ibumu sendiri."

Lili menerima ramuan tersebut dan pulang untuk melancarkan aksinya. Setiap hari Lili menyuguhi mertuanya dengan makanan yang enak-enak, yang sudah "dibumbuinya". Ia menerapkan baik-baik petunjuk Sang Guru untuk mencegah kecurigaan, maka ia mulai belajar mengendalikan amarahnya, tidak menentang kemauan ibu mertuanya, dan memperlakukannya seperti ibu sendiri.

Setelah beberapa bulan, suasana di rumah itu berubah sepenuhnya. Lili menjadi mampu mengendalikan amarahnya sedemikian rupa sehingga ia tidak pernah lagi kesal dalam meladeni ibu mertuanya. Sikap ibu mertua terhadap Lili pun berubah dan mulai mengasihi Lili seperti putrinya sendiri. Ia menceritakan kepada para kerabat bahwa Lili adalah menantu yang sangat baik. Lili dan ibu mertuanya memperlakukan satu sama lain seperti layaknya ibu dan anak yang sesungguhnya.

Lili memutuskan pergi menjumpai Sang Guru dan memohon pertolongannya sekali lagi, "Guru, tolong saya untuk menangkal racun yang telah saya berikan kepada ibu mertua saya. Ia telah berubah menjadi mertua yang begitu baik. Saya mencintainya seperti ibu saya sendiri. Saya tidak mau ia mati."

Sang Guru tersenyum sembari berujar, "Lili, yang saya berikan itu hanyalah ramuan penguat badan untuk kesehatan beliau. Satu-satunya racun adalah apa yang terdapat di dalam pikiranmu sendiri, tetapi racun itu pun kini telah tertangkal habis oleh cinta kasihmu. Pulanglah."

Seperti halnya seorang ibu akan melindungi anak tunggalnya, sekalipun dengan mengorbankan hidupnya sendiri, demikianlah, seyogianya kita mengembangkan cinta kasih tak terbatas terhadap segenap makhluk.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Tuhan Yesus Kristus Memberkati
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Terry Waworundeng
GOTN

Minggu, 21 September 2008

Pengendalian Diri

Cerita ini adalah kisah nyata yang pernah terjadi di Amerika. Seorang pria membawa pulang truk baru kebanggannya, kemudian ia meninggalkan truk tersebut sejenak untuk melakukan kegiatan lain.

Anak lelakinya yang berumur 3 tahun sangat gembira melihat ada truk baru, ia memukul-mukulkan palu ke truk baru tersebut. Akibatnya truk baru tersebut penyok dan catnya tergores.

Pria tersebut berlari menghampiri anaknya dan memukulnya, memukul tangan anaknya dengan palu sebagai hukuman.

Setelah sang ayah tenang kembali, dia segera membawa anaknya ke rumah sakit. Walaupun dokter telah mencoba segala usaha untuk menyelamatkan jari-jari anak yang hancur tersebut, tetapi ia tetap gagal . Akhirnya dokter memutuskan untuk melakukan amputasi semua jari pada ke dua tangan anak kecil tersebut.

Setelah sang ayah tenang kembali, dia segera membawa anaknya ke rumah sakit. Walaupun dokter telah mencoba segala usaha untuk menyelamatkan jari-jari anak yang hancur tersebut, tetapi ia tetap gagal . Akhirnya dokter memutuskan untuk melakukan amputasi semua jari pada ke dua tangan anak kecil tersebut.
Ayahnya pulang ke rumah dan melakukan bunuh diri.

Renungkan cerita di atas, disaat kemarahan datang langkah terbaik yang harus kita lakukan adalah berdiam diri sejenak. Jangan melakukan tindakan apa-apa karena cenderung tindakan yang kita ambil disaat suasan hati sedang marah adalah tindakan yang justru menyakiti orang ? orang yang kita kasihi.

Tuhan Yesus memberkati.

~~~~~~~~~
GOTN
email: mail@gotn-ministry.org

Mengapa?


Mengapa saya berkata "Saya tidak bisa" jika Alkitab mengatakan bahwa saya bisa melakukan segala sesuatu di dalam Dia yang memberi kekuatan kepada saya (Fil 4:13)

Mengapa saya merasa kurang jika saya tahu bahwa Allah akan memenuhi segala keperluan saya menurut kekayaan dan kemuliaanNya dalam Kristus Yesus (Fil 4:19)

Mengapa saya harus merasa takut jika Alkitab berkata bahwa Tuhan tidak memberi saya roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih, ketertiban (2 Tim 1:7)

Mengapa saya harus merasa kurang iman jika saya tahu bahwa Allah telah mengaruniakan kepada saya ukuran iman tertentu (Rom 12:3)

Mengapa saya menjadi lemah jika Alkitab berkata bahwa Allah adalah terang dan keselamatan saya dan bahwa saya akan tetap kuat dan akan bertindak (Maz 27:1, dan 11:32)

Mengapa saya harus membiarkan iblis menang atas hidup saya jika Roh yang ada di dalam saya lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia (1 Yoh 4:4)

Mengapa saya harus pasrah kalah jika Alkitab berkata bahwa Allah dalam Kristus selalu membawa kita di jalan kemenanganNya (2 Kor 2:14)

Mengapa saya harus kekurangan hikmat jika Kristus sendiri telah menjadi hikmat bagi saya dan Allah akan memberi hikmat jika saya minta padaNya (1 Kor 1:30; Yak 1:5)

Mengapa saya harus depresi jika saya dapat mengingat bahwa saya dapat berharap pada Allah yang kasih setiaNya tidak habis-habisNya setiap pagi (Rat 3:21-23)

Mengapa saya harus kuatir, resah, dan rewel jika saya dapat menyerahkan segala kekuatiran saya pada Tuhan yang memelihara saya (1 Pet 5:7)

Mengapa saya harus selalu hidup dalam beban jika saya tahu bahwa di mana ada Roh Allah, ada kemerdekaan, dan Kristus telah memerdekakan kita (2 Kor 3:17; Gal 5:1)

Mengapa saya harus merasa terhukum jika Alkitab berkata bahwa saya tidak ada lagi di bawah penghukuman sebab saya di dalam Kristus (Rom 8:1)

Mengapa saya harus merasa sendirian jika Yesus berkata Ia akan selalu menyertai saya, tidak akan membiarkan dan tak akan meninggalkan saya (Mat 28:20; Ibr 13:5)

Mengapa saya harus merasa terkutuk atau merasa saya menjadi korban nasib sial jika Alkitab berkata bahwa Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum taurat sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu (Gal 3:13-14)

Mengapa saya harus merasa tidak puas dalam hidup ini jika saya,seperti Paulus, bisa belajar untuk menjadi puas dalam segala keadaan (Fil 4:11)

Mengapa saya harus merasa tidak layak jika Kristus telah dibuat menjadi dosa karena kita, supaya di dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah (2 Kor 5:21)

Mengapa saya merasa takut disiksa orang jika saya tahu bahwa jika Allah di pihak saya tidak ada yang akan melawan saya (Rom 8:31)

Mengapa saya harus bingung jika Allah adalah Raja Damai dan Ia memberi saya pengetahuan melalui RohNya yang diam di dalam kita (1 Kor 14:33; 2:12)

Mengapa saya harus terus-menerus gagal dan jatuh jika Alkitab berkata bahwa sebagai anak Allah saya lebih daripada orang-orang yang menang dalam segala hal, oleh Dia yang telah mengasihi saya (Rom 8:37)

Mengapa saya harus membiarkan tekanan hidup mengganggu saya jika saya dapat punya keberanian karena tahu Tuhan Yesus telah menang atas dunia dan penderitaan (Yoh 16:33) " Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah !"(Mazmur 46:11a)

Tuhan Memberkati!
mail@gotn-ministry.org

Tujuh kata "Up" dalam Hidup

Ada tujuh kata "Up" dalam hidup yaitu :

* Wake Up (bangun)
Pastikan mendapat hari yang baik. ?
Inilah hari yang dijadikan Tuhan, marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita karenanya!? (Mazmur 118:24)

* Dress Up ( berhias)
Cara terbaik untuk berhias adalah membubuhkan sebuah senyum. ?
Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati.? (1 Samuel 16:7).

* Shut Up (berhenti bicara)
Katakanlah hal-hal yang baik dan belajarlah untuk mendengar.
Tuhan memberi dua kuping dan satu mulut, jadi Tuhan menginginkan kita mendengar dua kali dan berbicara satu kali. ?Siapa menjaga mulutnya, memelihara nyawanya? (Amsal 13:3a). ?Dengarkanlah nasehat dan terimalah didikan, supaya engkau menjadi bijak di masa depan? (Amsal 19:20). ? Siapa mengumpat, membuka rahasia, sebab itu janganlah engkau bergaul dengan orang yang bocor mulut? (Amsal 20:19).

* Stand Up (berdiri)
Berdirilah pada hal-hal yang engkau percayai.
Berdirilah pada sesuatu atau engkau akan jatuh dalam segala hal. ?Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. Karena itu selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang? (Galatia 6:9-10).

* Look Up (Pandanglah)
Pandanglah Tuhan dan katakanlah, ?
Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku? (Filipi 4:13).

* Reach Up (capailah)
Capailah sesuatu yang lebih tinggi.
Selalulah mencoba untuk memperbaiki dirimu.

* Lift Up (naikkan)
Naikkan (panjatkan) doa-doamu. ?
Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam Doa dan permohonan dengan ucapan syukur.?

Tuhan Yesus Memberkati !
mail@gotn-ministry.org